Selasa, 19 November 2019

HARAPAN DAN DOA


HARAPAN DAN DOA

            Dua kalimat diatas sering kita dengar, mungkin  kita ucap, bahkan sering kita alami, kita lakukan dan juga orang lain. sinonim yang hampir sama artinya , harapan adalah sebuah tujuan dan niat yang diperuntukkan  kepada manusia sedang doa adalah tujuan dan niat yang digantungkan pada tuhannya manusia. Banyak orang yang mempunyai harapan dengan kerja kerasnya, berdoa  tiada henti dengan mengharap cita-citanya terkabul, segala hajat yang diimpikan bisa terwujud, kekuatan untuk bisa menetapkan hatinya bahwa suatu saat sang pencipta akan mengabulkan doanya, suatu saat harapan itu akan terwujud dengan berjalannya waktu. Jangan takut berharap, jangan leleh berdoa, bulatkan tekad, menatap masa depan yang telah diNaskan oleh sang maha Rahman, yaitu Alloh maha pengasih dan penyayang umatnya.
            Yakinlah dalam melangkah, jangan takut bermimpi, karena banyak harapan yang dicapai adalah hasil dari bisikan hati nurani yang harus diyakini suatu saat  akan mencapainya,.jalani hidup dengan berusaha, berkarya, dan mencoba untuk bisa bermanfaat untuk orang lain. Tetap dan  yakin “ Kebaikan tak akan sia-sia”.maka jangan takut untuk berbuat baik yang tak berbalas karena kebaikan akan berbalas dengan kebaikan pula, entah dengan jalan yang mana Alloh akan membalasnya, jangan dulu menghitung angka balasan sekiranya telah menorehkan kebaikan, karena itu akan mendatangkan kekecewaan, jangan dulu meminta jatah atas  kebaikanmu, karena belum tentu kebaikanmu itu murni dari keihlasanmu, jangan dulu menilai kemampuanmu layak untuk mendapatkan apresiasi, karena belum tentu apa yang dianggap sebuah kelayakan akan diterima dengan sebuah keberhasilan.
            Ditengah hiruk-pikuknya pikiran yang tak terarah, kemasan yang kurang elok, dilema hati yang tak terpatri, kehawatiran yang mendera, namun yang pasti tetap memanjatkan doa tanpa lelah berharap kebaikan akan datang. Sambil menimbun pundi-pundi kebaikan apabila dianggap baik, mengumpulkan kemanfatan tenaga apabila dianggap perlu, menyisihkan yang fana jika dapat menjadi jariyah, menanamkan keyakinan bahwa tak ada keraguan untuk menyemaikan benih-benih kebajikan. Wallohu a’lam.
Salam Literasi, 19 November 2019

0 Comments:

Posting Komentar

SDN Rayung IV