Dusun Giwang Desa Rayung Kecamatan Senori Kabupaten Tuban Prov. Jawa Timur Kode Pos 62365 Email : rayung.empat@gmail.com
Refleksi Individu
Apa yang telah Anda lakukan untuk melayani kemampuan murid yang berbeda? Apa yang Anda lakukan untuk membuat proses pembelajaran menjadi lebih mudah untuk murid Anda? Apakah ada perlakuan yang berbeda yang Anda lakukan? Jika ada, perlakuan seperti apa? Jika tidak ada, apa dampaknya terhadap murid Anda?
Keberagaman murid banyak sekali bentuknya termasuk kemampuan murid yang berbeda. Agar proses pembelajaran dapat menjadi mudah maka guru perlu memperhatikan kebutuhan siswa tersebut. Karena kebutuhan siswa berbeda maka kita perlu memakai strategi berbeda pula. Hal tersebut disesuaikan dengan minat dan profil belajar siswa. Jika guru berhasil melakukan kegiatan tersebut maka siswa akan terpenuhi kebutuhan belajarnya.
Sebutkan tantangan-tantangan yang Anda hadapi dalam proses pembelajaran di kelas yang disebabkan oleh keragaman murid-murid Anda tersebut? Tindakan-tindakan apa yang telah Anda lakukan untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut?
Pembelajaran dengan siswa yang beragam tentu saja memiliki tantangan bagi guru. Guru harus mengakomodasi kebutuhan siswa yang beragam tersebut dalam satu waktu. Guru harus memiliki kemampuan multitasking dalam pembelajaran di kelas. Guru harus mengetahui keunikan gaya belajar siswa untuk dilakukan pembimbingan yang tepat.
Menurut Anda, untuk mengakomodasi tantangan yang terkait dengan keragaman murid tersebut, bagaimana seharusnya pembelajaran itu dirancang?
Guru perlu merancang pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan belajar siswa, minat murid dan profil belajar murid.
Koneksi antar Materi Modul 1.4
Oleh; Mulyono, S.Pd Guru Penggerak Angkatan 5 Kabupaten Tuban
Demi mencapai sebuah sekolah impian yang menerapkan budaya positif di sekolah ,maka nilai dan peran guru penggerak sangatlah penting. Nilai-nilai dan peran guru penggerak harus diterapkan di sekolah demi terwujudnya visi sekolah dan penerapan budaya positif di sekolah dan terwujudnya profil pelajar pancasila.
Guru penggerak dengan perannya yang meliputi sebagai pemimpin pembelajaran, menggerakan komunitas praktisi, menjadi coach bagi guru lain, mendorong kolaborasi antar guru, mewujudkan kepemimpinan murid salah satu tugasnya adalah mewujudkan profil pelajar Pancasila, dengan peran-peran diatas seharusnya guru penggerak mampu mensukseskan program merdeka belajaran dan profil pelajar pancasila.
Guru Penggerak dengan nilai-nilainya yang meliputi mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif serta berpihak pada murid, memiliki sumberdaya yang kuat untuk melakukan tugas-tugas diatas, nilai-nilai yang terbentuk dalam sosok guru penggerak harus ditempa melalui pembiasaan secara terprogram dan berkelanjutan, guru penggerak harus mampu melatih dan merencanakan secara mandiri program penguatan nilai-nilai guru penggerak.
Tujuan dari visi sekolah pastilah menginginkan murid yang merdeka. Murid yang memiliki karakter sesuai profil pelajar pancasila. Murid merdeka bermakna murid memiliki kebebasan untuk melakukan inovasi, belajar dengan mandiri dan kreatif secara menyenangkan dan tanpa paksaan. Guna mencapai visi murid merdeka, Ki Hajar Dewantara mengungkapkan bahwa sekolah mengupayakan metode pendidikan yang relevan dengan kodrat zaman (perkembangan zaman) tanpa meninggalkan kodrat alam (budaya) tempat anak hidup dan tumbuh. Kedua kodrat keadaan tersebut tidak mungkin dapat diubah, yang dapat diubah hanyalah budhi yang meliputi cipta, rasa, dan karsa (batin) dan pekertinya, yang meliputi raga, tenaga, upaya, dan tindakan (lahir). Tugas pendidik menuntun secara relevan dan kontekstual mewujudkan murid merdeka sesuai kodratnya sendiri.
Menuju visi sekolah impian memang bukanlah persoalan yang mudah. Kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan sangatlah dibutuhkan untuk mencapai visi bersama. Setiap komponen wajib memahami perannya dan bertanggung jawab dengan tugasnya. Untuk itu diperlukan metode BAGJA sebagai langkah-langkah pendekatan inkuiri apresiatif di sekolah. Inti dari pendekatan inkuiri apresiatif adalah nilai positif yang telah ada dan dikembangkan secara kolaboratif. Alur Bagja sendiri diawali dengan Buat pertanyaan, ambil tindakan, gali impian, jabarkan rencana, dan atur eksekusi. Berpijak dari hal positif yang ada di sekolah, sekolah kemudian menyelaraskan kekuatan tersebut dengan visi sekolah dan visi setiap individu dalam komunitas. Hal tersebut sejalan dengan prinsip Trikon, Ki Hajar Dewantara dimana perubahan bersifat kontinu (berkesinambungan), konvergen (universal), dan konsentris (kontekstual).
Menurut Ki Hadjar, Pendidikan adalah pembudayaan buah budi manusia yang beradab dan buah perjuangan manusia terhadap dua kekuatan yang selalu mengelilingi hidup manusia yaitu kodrat alam dan zaman atau masyarakat (Dewantara II , 1994). Dalam hal ini, Ki Hadjar membedakan antara Pengajaran dan Pendidikan. Pendidikan adalah tuntutan bagi seluruh kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya. Ibarat bibit dan buah. Pendidik adalah petani yang akan merawat bibit dengan cara menyiangi gulma di sekitarnya, memberi air, memberi pupuk agar kelak berbuah lebih baik dan lebih banyak, namun petani tidak mungkin mengubah bibit mangga menjadi berbuah anggur. Itulah kodrat alam atau dasar yang harus diperhatikan dalam Pendidikan dan itu diluar kecakapan dan kehendak kaum pendidik. Sedang Pengajaran adalah Pendidikan dengan cara memberi ilmu atau pengetahuan agar bermanfaat bagi kehidupan lahir dan batin (Dewantara I, 2004).
Dalam mewujudkan budaya positif peran guru di kelas adalah membuat kesepakatan kelas bersama murid guna mencapai visi sekolah. Dalam hal membuat kesepakatan kelas, guru senantiasa menegaskan budaya positif yang disepakati dan menjauhkan hukuman ataupun pemberian hadiah sebagai bujukan untuk pembiasaan budaya positif. Hasil kesepakatan kelas dapat ditempel di sudut ruangan agar dapat dilihat oleh seluruh murid. Jika budaya positif telah menjadi pembiasaan bagi seluruh warga sekolah, niscaya visi sekolah tercapai dan semua warga sekolah nyaman dan dipenuhi cinta kasih di sekolah.
B. Refleksi Pemahaman
1. Sejauh mana pemahaman Anda tentang konsep-konsep inti yang telah Anda pelajari di modul ini, yaitu: disiplin positif, posisi kontrol guru, kebutuhan dasar manusia, keyakinan kelas, dan segitiga restitusi. Adakah hal-hal yang menarik untuk Anda dan di luar dugaan?
Dari apa yang telah saya pelajari disiplin positif yang membangun karakter positif merupakan salah satu budaya positif di sekolah. Untuk dapat mewujudkan disiplin positif, maka kita harus menyadari bahwa disiplin bukanlah semata-mata berkenaan dengan aturan dan sangsi, melainkan adalah disiplin diri yang berakar dari kesadaran dan keyakinan diri.
Untuk dapat memicu motivasi interinsik pada diri siswa, guru harus mampu mengubah paradigma dari teori stimulus respon menuju teori kontrol, dalam perannya menumbuhkan budaya positif. Ada lima posisi kontrol yang perlu dipahami yakni sebagai penghukum, pembuat orang merasa bersalah, menjadi teman, pemantau/monitor serta posisi manajer. Sebisa mungkin kita sebagai guru perlu menempatkan diri dalam posisi manajer dalam mengontrol prilaku disiplin positif.
Dalam mengontrol disiplin diri siswa, kita perlu membuat kesepakatan bersama siswa tentang nilai-nilai kebijaksanaan yang perlu mereka yakini. Hal ini tertuang dalam keyakinan sekolah, sebagai pengganti aturan-aturan yang lebih bersifat stimulus-respon dalam bentuk sangsi atau konsekuensi. Keyakinan sekolah ini akan dapat memenuhi kebutuhan dasar anak sehingga dengan terpenuhinya 5 kebutuhan dasar tersebut maka anak akan memiliki motivasi interinsik untuk berprilaku positif. Kelima kebutuhan dasar tersebut diantaranya kebutuhan bertahan hidup, cinta dan kasih sayang, penguasaan, kebebasan dan kesenangan. Ketika ada satu pelanggaran disiplin, maka akan ada kebutuhan dasar anak yang belum terpenuhi. Maka dari itu, hal yang dapat dilakukan adalah dengan menawarkan restitusi kepada anak. Restitusi dapat menguatkan karakter anak dan tidak akan menimbulkan trauma kepadanya. Langkah restitusi yang harus diterapkan guru tertuang pada segitiga restitusi yaitu menstabilkan identitas, validasi tindakan yang salah serta menanyakan keyakinan.
2. Tuliskan pengalaman Anda dalam menggunakan konsep-konsep inti tersebut dalam menciptakan budaya positif baik di lingkup kelas maupun sekolah Anda.
Setelah saya mengikuti PGP dan menyadari tentang pentingnya melibatkan siswa dalam penentuang pembelajaran sebagai wujud pembelajaran yang berpihak pada murid, saya mulai menerapkan membuat kesepakatan kelas tentang hal-hal positif yang harus mereka yakini perlu adanya ketika pelaksanaan pembelajaran. Hal-hal positif tersebut mereka tuliskan dan dibacakan serta selanjutnya dituliskan sebagai bentuk keyakinan akan budaya positif yang perlu mereka jaga selama pembelajaran. Dengan demikian, saya berharap motivasi untuk menerapkan disiplin positif berasal dari dalam diri mereka.
3. Sebelum mempelajari modul ini, pernahkah Anda menerapkan segitiga restitusi ketika menghadapi permasalahan murid Anda? Jika iya, ada di posisi manakah Anda? Anda boleh menceritakan situasinya dan posisi Anda saat itu.
Pada dasarnya penerapan segitiga restitusi sudah saya laksanakan ketika menghadapi permasalahan pada murid saya. Setiap permasalahan diselesaikan dengan memahami alasan dibalik tindakan murid.
4. Perubahan apa yang terjadi pada cara berpikir Anda dalam menciptakan budaya positif di kelas maupun sekolah Anda setelah mempelajari modul ini?
Hal yang paling saya rasakan dalam pemikiran saya yakni pada pola pikir saya tentang penerapan disiplin diri. Dulu saya memandang bahwa aturan ketat dana sangsi atas pelanggaran aturan akan dapat menciptakan disiplin diri siswa. Namun, setelah belajar modul ini saya baru menyadari bahwa dalam menciptakan budaya positif khususnya yang berkenaan dengan disiplin diri diperlukan motivasi dari dalam diri bukan berupa aturan. Jadi yang selama ini saya yakini hanya sebuah ilusi bahwa siswa saya telah berdisiplin.
5. Seberapa penting mempelajari topik modul ini bagi Anda sebagai seorang individu dan Anda sebagai seorang pemimpin pembelajaran?
Sangat penting untuk mempelajari modul ini. Sebagai individu dan pemimpin pembelajaran. Dengan mengetahui bagaimana teori dan pola penerapan disiplin positif yang menekankan pada motivasi interinsik bukan motivasi eksterinsik maka nantinya akan menciptakan siswa dengan karakter positif yang kuat serta siswa berbudi pekerti luhur dengan selalu berpijak pada nilai-nilai kebijaksanaan. Hal yang menurut saya sangat penting adalah dalam menerapkan restitusi, penting bagi kita mengetahui terlebih dahulu kebutuhan dasar anak yang belum terpenuhi sehingga restitusi yang dilakukan dapat menjawab kebutuhan tersebut.
6. Apa yang Anda bisa lakukan untuk membuat dampak/perbedaan di lingkungan Anda setelah Anda mempelajari modul ini?
Saya akan menguatkan penerapan kesepakatan kelas dalam membentuk keyakinan kelas untuk menerapkan budaya positif di kelas.
7. Selain konsep-konsep tersebut, adakah hal-hal lain yang menurut Anda penting untuk dipelajari dalam proses menciptakan budaya positif baik di lingkungan kelas maupun sekolah?
Hal lain yang penting menurut saya untuk dipelajari dan digali adalah menggali budaya lokal yang selaras dengan konsep-konsep yang ada pada topik ini yang dapat saling menguatkan. Nilai-nilai budaya lokal tersebut dapat saya jadikan sebagai nilai kebajikan yang nantinya akan menjadi keyakinan kelas ataupun keyakinan sekolah.
8. Langkah-langkah awal apa yang akan Anda lakukan jika kembali ke sekolah/kelas Anda setelah mengikuti sesi ini?
Langkah awal yang saya lakukan adalah menguatkan kembali apa yang selama ini saya lakukan berkenaan dengan keyakinan kelas dengan topik yang sudah saya pelajari selama ini. Saya akan merefleksi terkait dampak penerapannya dan nanti dapat saya bagikan pada komunitas praktisi sekoalh untuk nantinya dapat dijadikan rujukan bagi rekan guru.
C. Langkah Strategi Penerapan Budaya Positif Melalui Rancangan Tindakan Aksi Nyata
Latar Belakang
Budaya positif di sekolah merupakan nilai-nilai, keyakinan dan asumsi dasar yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan nilai-nilai yang dianut dan diyakini di sekolah. Budaya positif tersebut berisi kebiasaan-kebiasaan yang sudah disepakati bersama dan dijalankan dalam waktu yang lama dengan memperhatikan kodrat anak dalam hal ini kodrat alam dan kodrat zaman serta keberpihakan pada anak.
Tujuan 1. Menumbuhkan budaya positif di kelas. 2. Menumbuhkan rasa tanggung jawab 3. Menumbuhkan nilai-nilai profil pelajar pancasila pada diri peserta didik dalam kegiatan
pembelajaran. 4. Menumbuhkan budaya positif di kelas rekan guru yang lain.
Tolok Ukur 1. Peserta didik mampu menunjukkan budaya disiplin positif di kelas 2. Peserta didik mampu menunjukkan jiwa atau karakter tanggung jawab dengan apa
yang dilakukannya. 3. Peserat didik mampu menerapkan nilai-nilai profil pelajar pancasila secara sadar dan
berkesinambungan dalam proses belajar. 4. Rekan guru mampu menerapkan budaya positif di kelasnya masing-masing.
Linimasa tindakan yang akan dilakukan Adapun rincian dari tindakan aksi nyata yang dilakukan adalah:
Minggu I
Meminta izin dan dukungan kepada kepala sekolah terkait aksi nyata yang akan dilakukan
Minggu II Mensosialisasikan kepada rekan-rekan Guru dan peserta didik tentang kegiatan aksi nyata
Minggu III Membimbing peserta didik dalam penerapan aksi nyata
Minggu IV Melaksanakan aksi nyata ke peserta didik
Minggu V Melaksanakan aksi nyata ke rekan-rekan Guru
Minggu VI Membuat Laporan Aksi Nyata Dukungan Yang Dibutuhkan Dalam pelaksanaan aksi nyata yang dilakukan terkait implementasi budaya positif di lingkungan Sekolah dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak yaitu:
1. Kepala Sekolah 2. Rekan Guru 3. Peserta Didik 4. Sarana dan Prasarana sekolah
5. Biaya Pelaksanaan
Berikut contoh naskah MC Pengantin Jawa Red : Mulyono, S.Pd
Assalamualaikum Wr Wb
Kanthi linambaran sih rahmat tentrem rahayu, karana peperinging Gusti
ingkang Murbeng Dumadi
Mugi tansah lumintu , lumintir ing jiwanggo panjenengan sedaya dalasan
kulo, sumrabah keluarga waradin sagung dumadi widada niskala.. aamiin
Nuwun , ingkang satuhu dahat kinabekten para sesepuh pinisepuh myang
pepunden sepuh, ingkang tansah hanggung mastuti dateng pepoyaning kautaman. Kinarya
tepo palupining putra wayah inkang lebdho ing pamawas miwah pono ing pitutur.
Wonten ngarsanipun para alim ulama ingkang rinten kalawan ndalu tansah
hangugemi reh kautamaning budi., sumanding kitab Suci wahyuning Illahi, kinarya
panutan tumuju kiblating manembah ingkang satuhu luhur ing budi.
Wonten ngarsanipun manggalaning praja satriyaning nagari, bapa lurah, Bapa
kades , bapa kadus dalah pamong prajanipun, ingkang tuhu pantes dinulat
sinudarsono.
Datan katalompen ugi dumateng para kadhang mudha, madya tumaruna, ingkang
satuhu tinangsulan tangkeping kekadhangan ingkang tansah cinaket ing manah.
Lan ugi wonten ngarsanipun sagung adi lenggah kakung saha putri ingkang
satuhu pantes sinugotho ing pakurmatan.
Keparing nenggih ngengeti bilih panjenengan sedaya lan kula hamung
minangka jejering titah sawantah jalma maungsa limrah, ingkang tansah kapurba
kawasesa dening Allah ingkang Maha Agung.
Pramila
keparenga langkung rumiyen sumangga panjenengan sedaya lan kula tansah
handedepe sumende saperlu hangunjukaken pudja puji lan syukur wonten ing ngarsa
dalem Allah ingkang hakarya jagad. Kacihna ingkang tansah mbabar kanugrahan
ingkang maurahan paring kekiyatan tuwin kawilujengan lan ombering wekdal,
satemah ing titi kala mangsa siang/dalu menika panjenengan lan kulo saget
kempal manunggal nyawijikaken sedya ing papan meniko kanthi winantu ing suko
tuwin basuki. Berkah kanikmataning gesang inggih karana sih palipirmaning dzat
ingkang maha welas tuwin maha asih, nun inggih Allah SWT. Ingkang kinarya
sumber ingkang hanyumberi sakabehing sumber, ingkang menika mugi-mugi karaharjan katentreman
tetepo langgeng kajiwo kasalira. Lumintu lumintrir ngarsa panjengean sedaya lan
kulo menapadene waradin sagung dumadi.
Sholawat
saha salam mugi tangsah lumeber wonten ing ngarsanipun Priyagung mustikaning
Bawana Sekaring Jagad , nun inggih Nabi Agung Muhammad SAW. Ingkang tansah dipun
antu-antu syafaatipun ing Yaumul Qiyamah. Aamiin
Saklajengipun
tuhu linepatno ing deduko tinebehna ing salwiring sendu. Dene kula cumantoko
lumarap atur satemah hangirangi kamardikan nggenya panjenengan saweg sekeca
wawan pangandikan. Nenggih mundi dawuhipun ingkang hamengku gathi. Bp Purwanto dalah ibu Idah punapadene kulawarga.
Kulo kinen handerekaken lampahing upacara panggihing pinanganten sarimbit.
Bapak ibu
para tamu minulya, sakderengipun adicara kapurwakan, kepareng langkung rumiyen
badhe kulo aturaken urut rerenconing adicara ing siang menika, ingkang sampun
ginontho gontho dening kaluwarga dalah para kadang panawung krida dharma.
1. Titi
laksana kaping sepisan – PAMBUKA
2. Wondene
adicara ingkang urut kalih – lumarabing pinanganten sarimbit tumuju ing sasana
panggih
3. adicara
tiga adicara panggihing pinanganten sarimbit dumugi sungkeman
4. wondene
kumandanging waosan ayat suci al Quran rinacik ing adicara nomer sekawan
5. Adicara
urut gangsal upacara pasarah tinampi pinanganten kakung
6. Kirabing
pinanganten sarimbit rinacik wonten ing adicara nomer urut nem
7. paringipun
Sabdatama utawi tauziyah
8. Kalajengakan
dunga utawi hastungkara
9. adicara
ingkang pungkasan inggih punika panutup
Mekaten wau
urut reroncenging adicara ing wekdal siang menika.
Bapak Ibu, para tamu minulya,Rehning sedaya sampun samekta tuwin satata,
pramila keapreng adicara tumuli badhe kula purwakani. Pamiyaking warana kinarya
sanara, Hamemayu hayuning sasama.
Adicara ingkang kaping sepisan, nenggih pambuka. Pramila sumanga adicara
dipun wiwiti kanthi waosan basmallah sesarengan, Bismillahirrohmaanirrohiim.
Mugi kanthi waosan Basmallah kalawau, Allah SWT paring songsong kawilujengan,
satemah adicara ing siang meniko lulus raharjo kalis ing rubeda. Aamiin
(Red: Mulyono, S.Pd)
Dalam rangka penanggulangan dan pencegahan Virus Covid-19 SDN Rayung IV Kecamatan Senori Kabupaten Tuban ikut meksukseskan vaksinasi siswa. Kegiatan tersebut dilakukan oleh tim Satgas Covid-19 yang ada di Desa Rayung dengan tim kesehatan dari Puskesmas Senori.
| Foto Pelaksanaan Vaksinasi Anak Usia Sekolah di SDN Rayung IV |
Melatih Anak Berdisiplin dengan Menyusun Rangkaian Jadwal Kegiatan di Rumah
Oleh : Mulyono, S.Pd
Melatih kebiasaan disiplin anak sejak usia dini sangat penting. Mereka dibiasakan melakukan kegiatan dengan tepat waktu dan memanfaatkan waktu dengan baik. Kegiatan ini dapat dilakukan siswa dengan membuat jadwal kegiatan harian. Kegiatan harian selama 24 jam dimulai pada saat bangun tidur sampai saat akan tidur malam.
KEGIATAN HARIAN
NAMA : ANDRA
KELAS : 5
1 04.15 Bangun Tidur
2 04.15-05.00 Sholat Subuh
3 05.00-06.00 Belajar Pagi dan menyiapkan buku pelajaran
4 06.00-06.30 Sarapan, mandi dan persiapan Kesekolah
5 06.30-07.00 Berangkat ke sekolah
6 07.00-12.00 Kegiatan belajar di sekolah
7 12.00-12.30 Pulang sekolah
8 12.30-13.00 Sholat Duhur (jika belum sholat di sekolah)
9 13.00-14.00 Makan, mengulang kembali pelajaran sekolah
10 14.00-15.00 Bermain
11 15.00-15.30 Sholat Ashar
12 15.30-17.00 Mengaji di TPQ
13 17.00-18.00 Makan, mandi dan Sholat Magrib
14 18.00-19.00 Mengaji di rumah
15 19.00-19.30 Sholat Isya
16 19.30-20.30 Belajar
17 20.30-21.00 Nonton TV
18 21.00 Tidur malam
...
SDN Rayung IV berkomitmen menggunakan dana pendidikan dengan baik. Hal tersebut menjadikan SD kita sebagai salah satu sekolah yang ditunjuk Koordik Kec. Senori dalam pengawasan yang dilakukan oleh Inspektorat Kab. Tuban. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari kamis 28 Januari 2021.
Kuingat 8 tahun yang lalu
8 Tahun merawat Luka(12)
Tak
ada yang tau perjalanan hidup seseorang, termasuk datangnya musibah akan
ditimpakan kepada siapa saja yang Dia kehendaki, baik itu orang yang beriman
atau orang yang tidak beriman, sebagian orang ada yang beranggapan bahwa musibah
terjadi karena Alloh sdang memurkai dirinya.
Padahal
justru terkadang Alloh sedang menguji
kita dengan musibah ini karena Alloh sedang menyiapkan kita tempat yang mulia
disisiNya. Atau malah justru bermaksud menerima kita kembali sebagai hambanya,
jika dengan musibah itu kita beristighfar, mendekatkan diri pada alloh, dan
mengakui segala kebesara Alloh,
Seperti
yang telah disebutkan dalam surat At-taghobun ayat 11 yang srtinya :
“ Tidak ada suatu musibahpun yang menimpa
seseorang kecuali dengan izin Alloh dan barangsiapa yang beriman kepada Alloh
niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Alloh maha mengetahui
segala sesuatu”.
Jika
membaca dan merenungi arti yang terkandung dari ayat di atas maka seyogyanya
kita sebagai orang yang beriman tidak boleh berputus asa bahkan berprasangka buruk
terhadap kuasa Alloh karena semua telah terukir dan terukur sesuai dengan
kemampuan yang ditimpakan hambanya.
Kecelakaan
itu terjadi delapan tahun yang silam, tepatnya tahun 2012, yang kuingat untuk persiapan
operasi di Rumah sakit maka semua organ tubuh harus di cek untuk memastikan
kesehatannya, dari situlah aku mengetahui kalau suamiku mempunyai kadar gula di
atas normal yaitu 260 namun begitu
dokter tetap saja harus mengoperasinya karena luka parah yang dialaminya.
Pada
waktu itu, aku kurang begitu paham tentang penyakit diabet, yang ku tau seseorang kalau punya riwayat diabet, maka luka yang dialaminya akan mengalami sembuh yang lama. Ketika mendengar dari petugas medis yang
mengatakan bahwa pasien mempunyai gula
darah yang tinggi maka saya langsung menangkap dan berkata dalam hati
”wah,
berarti nanti sembuhnya lama”, gumamku
Namun
lagi-lagi anggapan itu kutepis karena semuanya butuh waktu, terjawab dengan ke
yakinanku bahwa kuasa Alloh akan mengalahkan semua yang menjadi keraguan
manusia. Aku tersenyum menatap
langit-langit kamar pasien, ya dia adalah suamiku, yang juga imamku,
Saat
ini aku harus menjadi seorang makmum sekaligus imam, mengganti peran suamiku untuk
sementara waktu karena suatu keadaan. Aku yakin Tuhan bersamaku, Dialah yang
akan membingbingku mencari jalan dari kesulitan hidup, Akupun yakin dibalik
semua yang terjadi ada hikmah yang kami belum mengetahuinya.
Nyaris
kegiatanku sejak peritiwa itu kutinggalkan sementara waktu karena harus
konsentrasi mengurus suami, keseharianku adalah seorang Guru Negeri di Sekolah
Dasar, sedangkan di sore hari aku juga
mengajari anak-anak membaca dan belajar alqur’an di Taman Pendidikan Alquran,
Namun karena saya type seoarang aktivis maka untuk berdiam diri di rumah
berlama-lama rasanya ada yang kurang, untuk itu setelah suami sudah mulai masuk
kantor maka kegiatan rutinku mulai berjalan.
Untuk
itu saya harus pandai-pandai membagi waktu antara tanggung jawabku sbagai istri maupun rasa tanggungjawabku dengan kegiatan rutinku. Selain itu masih
banyak kegiatanku di organisasi social kemasyarakatan, disamping aktif di
organisasi fatayat, Badan Komunikasi Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), juga
aktif di PKK.
Demikian
juga saya aktif di pengajian Ibu-Ibu jamaah
tahlil, juga mengaji di malam hari untuk
ibu-ibu yang masih perlu bimbingan dalam membaca alquran. Walaupun demikian
semua kami jalani dengan membagi waktu utamaku yaitu merawat luka suamiku yang
tak kunjung sembuh.
Awalnya
merawat luka kulakukan sepulang mengaji di sore hari, namun ahir-ahir ini kualihkan di pagi hari
sebelum berangkat sekolah, karena suami merasa nyaman kalau luka dibersihkan sebelum ke kantor rasanya semua
menjadi bersih lebih enak karena kasa masih baru dan rapi.
Semua
kulakukan dengan ringan tanpa beban,
karena telah menjadi kebiasaan maka tak a da kata terpaksa, yang ada “saya
harus melakukan semua sebagai kewajiban sekaligus tanggung jawabku”, karena
saya yakin sesuatu yang dikerjakan ihlas hati, dan menyerahkan semua peran
kepada Alloh semata maka akan Alloh menjadikan jiwa menjadi tenang.
Sebagaimana
yang termaktub dalam al-qur’an surat Ar-Ra’ad ayat 28 yang artinya :
“yaitu
orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Alloh,
ingatlah hanya dengan mengingat Alloh, hati menjadi tenteram”. Wallahu A’lam
KHURRIYAH,
18092020
Salam
Literasi
Kuingat 8 tahun yang lalu
Aku suntikkan insulin setiap hari (11)
Semua orang
mempunyai passion sendiri-sendiri, saya maupun anda yang saat ini membaca
tulisan ini, seperti merawat luka, tidak semua orang ahli dibidang itu, maka
tidak salah jika kita menggunakan jasa perawat harus berbayar, karena mereka
melakukannya dengan ilmu, ya ilmu yang
ditempuh kurang lebih selama empat tahun.
Demikian
juga dengan aku walaupun saya tiap hari melihat dan memperhatikan bagaimana
seorang perawat merawat luka, namun itu belum cukup untuk mengaku “ saya juga
bisa melakukan hal yang sama”, namun karena berbagai pertimbangan yang
mendorongku untuk bisa melakukan hal yang sebetulnya aku ragu melakukannya,
pada ahirnya jatuh pula pilihannku untuk mengambil tindakan sendiri.
Hari itu
bismilah aku mulai belajar merawat luka suami. Mas Deni( nama perawat) mengajarkan
aku bagaimana cara merawat luka, mulai
membersihkan luka, mengoleskan obat, membalutnya hingga bagaimana cara
menyuntikkan insulin setiap hari.
Dari semua yang
aku pelajari hanya satu yang aku tidak yakin bisa melakukannya, yaitu
menyuntikkan insulin di lengan suamiku. bukan perkara mudah atau sulit namun
ini membutuhkan keberanian yang luar biasa, sanggupkah aku melakukannya ?
pertanyaan yang harus kujawab dengan keyakinan hati.
Setelah kurang
lebih sembilan bulan kami menyewa jasa perawat, ahirnya dia minta pamit untuk menyerahkan kepadaku sambil
berkata :
” Merawat
seperti ini gampang kok bu, jenengan pasti bisa”, ucapnya meyakinkanku
“ Waduh apa aku
bisa lo mas Deni”, jawabku tidak yakin
“Yang penting
jenengan tatag, mesti bisa”, lanjutnya
Dan kata-kata itulah
yang memberanikan saya untuk mencoba merawat sendiri luka suamiku sekaligus
menyuntikkan insulin setiap hari, saya tau dan sadar mungkin aku bisa
melakukannya, namun tetap tidak sama dengan perlakuannya karena dia belajar dengan cara dan teori yang
telah dikuasainya di bangku kuliah, sedang aku hanya berdasarkan pengalaman
saja, yaitu pengalaman melihat dan
memperhatikan.
Jadi semua yang
kulakukan berdasarkan apa yang saya lihat dan saya amati, bukan karena
menguasai ilmunya. Sehingga sering suamiku ketika saya suntik merasakan sakit
dan juga mengeluarkan darah dari lengannya. sehingga aku sering menanyakan:
“ Yah apakah
rasanya sakit” tanyaku penasaran
“ Biasa wae”
jawabnya menutupi, hawatir saya merasa kurang mampu dan bersalah
Itu terjadi
setiap kali menyuntikkan insulin di lengannya, namun juga pernah tidak
berdarah, kadang-kadang saya juga
mengamati, bagaimana cara yang saya lakukan ketika tidak mengeluarkan darah dan ketika keluar darah,
namun tak pernah kutemukan jawaban dari pertanyaanku itu.
Tapi lagi-lagi
itu bukan menjadi masalah bagi suamiku karena dia juga menyadari saya bukan
berprofesi sebagai perawat namun karena
terpaksa menjadi perawat untuk mengurangi pembiayaan. Kadang-kadang juga timbul
pertanyaan lo, kok berani melakukan ya,,,
Ada yang kuingat
pada waktu di Rumah Sakit, pasien sekamar dengan suamiku, isterinya juga sudah
lama keluar masuk Rumah Sakit, suaminya bilang padaku :
“Ibu,,
nanti kalau sudah pulang ke rumah, insulin disuntik sendiri saja biar jenengan
gak banyak keluarkan biaya “ nasehatnya padaku
“
la apa bisa lo pak saya” jawabku
“
ya bu, jenengan pasti bisa “ tambahnya
itulah hal yang pernah pernah kuingat ketika mendapat nasehat
yang tidak sengaja dari salah satu pasien dirumah sakit yang mempunyai keluhan
yang sama, tiap hari suaminya lah yang menyuntikkan insulin kepada isterinya, karena mengingat biaya yang
bila dilakukuan oleh perawat kita akan terbebani dengan membayar jasanya.
Dari situlah aku
kemudian memberanikan diri sekaligus kuputuskan untuk bisa dan berusaha mampu
mengatasi situasi seperti ini. Sehingga ketika insulin sudah habis saya mesti
harus minta rujukan ke Puskesmas kemudian kita mengambilnya di Rumah sakit
Umum, tempat suamiku dulu dioperasi.
Begitu
hari-hariku kulalui dengan suka dukanya menjadi perawat pribadi suamiku, , hingga
suatu hari control dan karena lukanya
yang sudah membaik dan kadar gula yang sudah normal maka atas saran dokter penyuntikan
insulin dihentikan.
Alhamdulillah,,,
terbayar sudah jasaku sebagai perawat,,
KHURRIYAH,
17092020
Salam
Literasi
Kuingat 8 tahun yang lalu
Antar jemput ke kantor selama 3 bulan (10)
Setelah
kondisi kesehatan suami mulai membaik,
bisa berjalan sendiri, tidak harus pakai alat bantu, karena sebelumnya pakai
kursi roda dalam dua minggu, kemudian karena membaik lagi lebih kuat berdiri
ahirnya pakai jagrak selama satu bulan dan ahirnya tanpa alat bantu apapun, ini
menandakan kesehatannya selalu ada perkembangan yang baik.
Merasa
kondisinya semakin baik maka suami berinisiatif untuk aktif masuk kembali ke kantor yang telah
vacuum selama 3 bulan penuh. Beberapa teman sekantornya sering datang ke rumah
untuk memberikan motivasi untuk semangat berkarya lagi walaupun keadaan sakit.
Hingga
ahirnya memutuskan untuk masuk kantor. Ini berita yang menggembirakan karena
lama berada di rumah juga merasa jenuh, mungkin secara emosi akan lebih baik
kalau segera masuk ke kantor untuk menghilangkan kejenuhan dan rasa stress
dengan aktifitas yang pasif.
Dengan mengganti suasana dan lingkungan yang
baru, dapat berinteraksi dengan orang lain, bertemu dengan kawan-kawan di
kantor akan sedikit mengurangi beban emosinya karena secara otomotis akan
sering guyon dan bercengkerama dengan
yang lain, akan menumbuhkan hal-hal yang positif terkait dengan mental
kejiwaannya.
Namun
dibalik kegembiraanku melihat suami yang aktif lagi ke kantor sekaligus
menambah bebanku sekaligus merepotkan. Karena saya tidak tega kalau suami berangkat sendiri dengan kondisi kaki yang penuh dengan perban mulai
mata kaki hingga lutut. Se betulnya suami juga merasa tidak ada masalah dengan
keadaannya, namun aku yang selalu hawatir, karena kondisinya yang belum
sepenuhnya dapat dikatakan sembuh.
Ahirnya
kuputuskan untuk mengantar sekaligus menjemput suami. Jadi sembari saya masuk
sekolah di kecamatan Senori saya terlebih dulu harus mengantar suami di Kecamatan
Bangilan, lumayan jauh kira-kira dari rumah sekitar 23 km, kemudian saya
langsung berputar ke arah sekolah tempat saya mengajar kurang lebih 25 km, dan sekembali sekolah saya langsung menjemput
suami, balik arah lagi ke bangilan menuju singgahan tempat kediamanku.
Sungguh
sebuah pengorbanan yang luar biasa, seorang wanita lemah yang harus mengejar
waktu, betapa tidak dimulai bangun tidur hingga menyiapkan di dapur,
membersihkan rumah, menyiapkan keperluan kantor dan lain-lain harus kuurus
sendiri, mungkin kalau istilah jawa bisa dikatakan mergawe karo playon.
Saya
berusaha tiba di kantor suami harus jam
07.00, karena suamiku type orang yang disiplin jadi segala sesuatunya harus tepat waktu, setelah itu saya langsung
tancap gas menuju sekolah yang disana sudah ditunggu murid-murid, selama
perjalanan saya sering kali bergumam sendiri dalam doa:
Ya
Alloh,,,,saya percaya akan kuasamu
Ya
Alloh,,, berilah aku nikmat sehat,sehingga aku dapat melaksanakan kewajibanku
Ya alloh,,, saya yakin engkau merencanakan kebaikan
untukku
Ya
Alloh semoga lelahku menjadi lillah.
Sering
juga selama dalam perjalanan banyak orang yang melihatku dengan tatapan yang
aneh, mungkin dalam hatinya bertanya “ kok, perempuan membonceng pria” namun
lagi-lagi hal itu kealihkan dengan mengklakson bel sehingga pandangan mereka
teralihkan, maklum berada di lingkungan desa hal-hal yang bersifat tabu masih
kental dengan adat dan tradisi.
Semua
kujalani selama 3 bulan hingga ahirnya suamiku bisa naik sepeda motor sendiri.
Pada waktu itu sepedah motor dua tag yang di pakai kecelakaan, kemudian
diperbaiki dibengkel sehingga masih bisa dipakai lagi.
Karen
motornya bukan type matik seperti sekarang yang tidak pakai gigi, jadi memang kesulitan untuk
menginjak rem atau masuk dan mengurangi gigi satu dan dua, karena mata kaki
beserta telapak kaki dalam keadaan luka dan dibalut perban. Selama ke kantor
suamiku tidak bisa pakai sepatu, jadi cukup memakai sandal jepit, karena
keadaan telapak kaki yang tidak memungkinkan untuk memakai sepatu layaknya
teman-teman sekantor lainnya.
Suamiku
orang yang tidak pernah mengeluh walaupun banyak tawaran untuk mengganti
sepedah motor namun dia tetap pada prinsipnya yaitu tidak mau menggantinya. Saya tau apa alasan
tidak mau, lagi-lagi karena tidak ada tambahan uang untuk menukarnya.
Setelah
bertahan dengan motor lamanya ahirnya
saya mendesak untuk menggantinya, banyak masukan dari teman-teman bahwa kendaraan
yang dipakai dari kecelakaan harus diganti supaya tidak terjadi ha-hal buruk
yang akan menimpanya lagi.
Entah
itu mitos atau memang nyata, karena biasanya orang jawa selalu berpedoman pada
prinsip-prinsip yang kebenarannya belum bisa dipertanggungjawabkan. Namun saya
juga tetap mencari info tentang jual beli motor bekas, sehingga suatu saat
ketika suami sudah luluh hatinya mau untuk mengganti motor lamanya.
Maka
kebetulan juga ada rejeki walaupun harus dengan cara mengangsur ahirnya sepeda motor di tukar dengan jenis Honda
vario. Mulai saat itu setiap berangkat dan pulang kantor bisa naik sendiri,
tanpa harus antar jemput.
Alhamdulillah,,
kami bersyukur atas nikmatmu, semua tidak akan tercapai jika bukan atas izinmu,
maka bersyukurlah niscaya Alloh akan melipatgandakan nikmat yang engkau terima.
seperti dalam alquran surat Ibrahim ayat 7 disebutkan :
“
Apabila kamu bersyukur kepada Alloh niscaya akan kami tambah nikmat yang ada
padamu, dan jika kamu kufur maka adzab Alloh sangatlah pedih. Waalohu A’lam
KHURRIYAH,
15092020
Salam
Literasi