Selasa, 18 Agustus 2026

PROGRAM SCHOOL RELIGIOUS CULTURE (SRC) UPT SDN RAYUNG 4 KECAMATAN SENORI KABUPATEN TUBAN TAHUN 2026

 


Pendidikan dasar adalah fondasi paling krusial dalam membentuk identitas, watak, dan cara pandang seorang anak. Di tengah pesatnya perkembangan zaman dan arus digitalisasi, tantangan terbesar dunia pendidikan bukan sekadar melahirkan siswa yang cerdas secara intelektual, melainkan juga menanamkan kompas moral dan spiritual yang kokoh.

Menjawab tantangan tersebut, UPT SDN Rayung 4 Kecamatan Senori Kabupaten Tuban dengan bangga menghadirkan Program School Religious Culture (SRC) untuk Tahun Ajaran 2026/2027. Program ini dirancang bukan sekadar sebagai agenda rutin, melainkan sebagai bentuk komitmen nyata dalam menciptakan ekosistem sekolah yang bernapaskan nilai-nilai keagamaan, kesantunan, dan pembentukan akhlakul karimah secara berkelanjutan.

Melalui penerapan School Religious Culture, nilai-nilai religius diintegrasikan secara langsung ke dalam setiap ritme kehidupan sekolah. Mulai dari budaya penyambutan senyum, sapa, dan salam di pagi hari, pembacaan Asmaul Husna sebelum KBM, bimbingan Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) serta hafalan Juz 'Amma, hingga pelaksanaan salat dhuha dan zuhur berjamaah. Tidak hanya itu, melalui kegiatan Jumat Bertaqwa dan pembiasaan infak rutin, para siswa diajak untuk mengasah empati serta kepedulian sosial terhadap sesama.

Kami percaya bahwa keberhasilan pendidikan karakter memerlukan sinergi yang kuat antara sekolah, orang tua, dan masyarakat Kecamatan Senori. Dengan landasan keimanan yang teguh, suasana belajar yang sejuk, dan keteladanan dari para pendidik, Program SRC UPT SDN Rayung 4 siap membimbing peserta didik untuk tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya unggul berprestasi, tetapi juga anggun dalam berakhlak, taat beragama, serta berbakti kepada orang tua, bangsa, dan negara.

Baca Selengkapnya »

Sabtu, 13 Juni 2026

LOGO UPT SD NEGERI RAYUNG 4

 


Logo UPT SD Negeri Rayung 4 Kabupaten Tuban ini dirancang dengan perpaduan elemen grafis dan warna yang sarat akan makna filosofis, mencerminkan semangat pendidikan, identitas nasional, dan visi sekolah.
Berikut adalah bedah makna dari komponen-komponen yang ada pada logo tersebut:
### 1. Bentuk Perisai (Logogram Utama)
 * **Makna:** Bentuk perisai sebagai bingkai luar melambangkan **perlindungan, ketahanan, dan benteng pertahanan**. Dalam konteks sekolah, ini berarti UPT SD Negeri Rayung 4 berkomitmen untuk melindungi, membentengi moral, dan membentuk karakter peserta didik agar kuat menghadapi tantangan zaman.
### 2. Simbol Bunga Wijayakusuma / Teratai Berkelopak empat (Bagian Atas)
 * **Makna:** Di bagian tengah atas terdapat simbol lingkaran berpusat dengan kelopak yang menyerupai bunga atau roda yang mekar.
   * **Pendidikan & Potensi:** Melambangkan pertumbuhan, perkembangan potensi siswa yang mekar secara optimal, serta kebulatan tekad untuk mencapai cita-cita.
   * **Arah Mata Angin / Kebijaksanaan:** Kelopak yang menyebar ke berbagai arah sering dikaitkan dengan kesiapan lulusan untuk membawa manfaat ke manapun mereka pergi.
### 3. Dua Sayap / Kobaran Api yang Saling Berhadapan
 * **Makna:** Elemen lengkung berwarna merah-abu di bagian tengah menyerupai kepakan sayap atau kobaran api yang tumbuh ke atas.
   * **Sayap:** Melambangkan cita-cita yang tinggi, kebebasan berpikir, dan semangat untuk terus terbang tinggi meraih prestasi.
   * **Api Semangat:** Mengadopsi esensi dari semboyan *Ki Hadjar Dewantara* (Tut Wuri Handayani), melambangkan transformasi, semangat belajar yang tidak pernah padam (*long-life learning*), dan kreativitas yang dinamis.
### 4. Buku yang Terbuka (Bagian Bawah)
 * **Makna:** Garis lengkung hitam di bagian bawah membentuk siluet sebuah buku yang terbuka. Ini adalah simbol universal dari **sumber ilmu pengetahuan, jendela dunia, dan literasi**. Buku terbuka menegaskan peran utama sekolah sebagai institusi akademis yang mencerdaskan kehidupan bangsa.
### 5. Komposisi Warna
 * **Merah:** Melambangkan **keberanian, energi, semangat menyala-nyala**, dan juga merepresentasikan bagian dari identitas bendera Merah Putih.
 * **Putih:** Melambangkan **kesucian, ketulusan, kebersihan hati**, dan objektivitas dalam menuntut serta membagikan ilmu.
 * **Hitam:** Melambangkan **ketegasan, kekuatan fondasi**, kesungguhan, dan ketahanan dalam memegang prinsip kebenaran.
 * **Abu-abu:** Melambangkan **modernitas, keseimbangan, keselarasan**, dan kemandirian.
### 6. Teks Identitas
 * **"UPT SD NEGERI RAYUNG 4":** Menunjukkan identitas resmi satuan pendidikan (Unit Pelaksana Teknis Sekolah Dasar Negeri Rayung 4).
 * **"KABUPATEN TUBAN":** Menegaskan wilayah geografis dan administratif sekolah, yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Secara keseluruhan, logo ini menyampaikan pesan tentang **sebuah lembaga pendidikan yang kokoh (perisai) yang siap mengantarkan generasi muda meraih ilmu pengetahuan (buku), menumbuhkan potensi diri (bunga), dan terbang tinggi meraih prestasi dengan semangat yang menyala (sayap/api), berlandaskan nilai-nilai luhur bangsa.**
Apakah ada interpretasi khusus atau visi misi spesifik dari sekolah yang ingin diselaraskan lebih lanjut dengan makna logo ini?


Baca Selengkapnya »

Kamis, 01 September 2022

2.1.a.3 Mulai dari Diri Modul 2.1

Refleksi Individu

  • Apa yang telah Anda lakukan untuk melayani kemampuan murid yang berbeda? Apa yang Anda lakukan untuk membuat proses pembelajaran menjadi lebih mudah untuk murid Anda? Apakah ada perlakuan yang berbeda yang Anda lakukan? Jika ada, perlakuan seperti apa? Jika tidak ada, apa dampaknya terhadap murid Anda?

    Keberagaman murid banyak sekali bentuknya termasuk kemampuan murid yang berbeda. Agar proses pembelajaran dapat menjadi mudah maka guru perlu memperhatikan kebutuhan siswa tersebut.  Karena kebutuhan siswa berbeda maka kita perlu memakai strategi berbeda pula. Hal tersebut disesuaikan dengan minat dan profil belajar siswa. Jika guru berhasil melakukan kegiatan tersebut maka siswa akan terpenuhi kebutuhan belajarnya.

    Sebutkan tantangan-tantangan yang Anda hadapi dalam proses pembelajaran di kelas yang disebabkan oleh keragaman murid-murid Anda tersebut? Tindakan-tindakan apa yang telah Anda lakukan untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut?

    Pembelajaran dengan siswa yang beragam tentu saja memiliki tantangan bagi guru. Guru harus mengakomodasi kebutuhan siswa yang beragam tersebut dalam satu waktu. Guru harus memiliki kemampuan multitasking dalam pembelajaran di kelas. Guru harus mengetahui keunikan gaya belajar siswa untuk dilakukan pembimbingan yang tepat.

    Menurut Anda, untuk mengakomodasi tantangan yang terkait dengan keragaman murid tersebut, bagaimana seharusnya pembelajaran itu dirancang?

    Guru perlu merancang pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan belajar siswa, minat murid dan profil belajar murid.

Baca Selengkapnya »

Selasa, 30 Agustus 2022

1.4.a.8. Koneksi Antar Materi - Modul 1.4_Mulyono, S.Pd

Koneksi antar Materi Modul 1.4

Oleh; Mulyono, S.Pd Guru Penggerak Angkatan 5 Kabupaten Tuban

Gambar grafik koneksi antar matari Modul 1.4 menggunakan aplikasi wepik.com

A. Menciptakan Budaya Positif di Sekolah

Demi mencapai sebuah sekolah impian yang menerapkan budaya positif di sekolah ,maka nilai dan peran guru penggerak sangatlah penting. Nilai-nilai dan peran guru penggerak harus diterapkan di sekolah demi terwujudnya visi sekolah dan penerapan budaya positif di sekolah dan terwujudnya profil pelajar pancasila.

 

Guru penggerak dengan perannya yang meliputi sebagai pemimpin pembelajaran, menggerakan komunitas praktisi, menjadi coach bagi guru lain, mendorong kolaborasi antar guru, mewujudkan kepemimpinan murid salah satu tugasnya adalah mewujudkan profil pelajar Pancasila, dengan peran-peran diatas seharusnya guru penggerak mampu mensukseskan program merdeka belajaran dan profil pelajar pancasila.

 

Guru Penggerak dengan nilai-nilainya yang meliputi mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif serta berpihak pada murid, memiliki sumberdaya yang kuat untuk melakukan tugas-tugas diatas, nilai-nilai yang terbentuk dalam sosok guru penggerak harus ditempa melalui pembiasaan secara terprogram dan berkelanjutan, guru penggerak harus mampu melatih dan merencanakan secara mandiri program penguatan nilai-nilai guru penggerak.

 

Tujuan dari visi sekolah pastilah menginginkan murid yang merdeka. Murid yang memiliki karakter sesuai profil pelajar pancasila. Murid merdeka bermakna murid memiliki kebebasan untuk melakukan inovasi, belajar dengan mandiri dan kreatif secara menyenangkan dan tanpa paksaan. Guna mencapai visi murid merdeka, Ki Hajar Dewantara mengungkapkan bahwa sekolah mengupayakan metode pendidikan yang relevan dengan kodrat zaman (perkembangan zaman) tanpa meninggalkan kodrat alam (budaya) tempat anak hidup dan tumbuh. Kedua kodrat keadaan tersebut tidak mungkin dapat diubah, yang dapat diubah hanyalah budhi yang meliputi cipta, rasa, dan karsa (batin) dan pekertinya, yang meliputi raga, tenaga, upaya, dan tindakan (lahir). Tugas pendidik menuntun secara relevan dan kontekstual mewujudkan murid merdeka sesuai kodratnya sendiri. 

 

Menuju visi sekolah impian memang bukanlah persoalan yang mudah. Kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan sangatlah dibutuhkan untuk mencapai visi bersama. Setiap komponen wajib memahami perannya dan bertanggung jawab dengan tugasnya. Untuk itu diperlukan metode BAGJA sebagai langkah-langkah pendekatan inkuiri apresiatif di sekolah. Inti dari pendekatan inkuiri apresiatif adalah nilai positif yang telah ada dan dikembangkan secara kolaboratif. Alur Bagja sendiri diawali dengan Buat pertanyaan, ambil tindakan, gali impian, jabarkan rencana, dan atur eksekusi. Berpijak dari hal positif yang ada di sekolah, sekolah kemudian menyelaraskan kekuatan tersebut dengan visi sekolah dan visi setiap individu dalam komunitas. Hal tersebut sejalan dengan prinsip Trikon, Ki Hajar Dewantara dimana perubahan bersifat kontinu (berkesinambungan), konvergen (universal), dan konsentris (kontekstual). 

 

Menurut Ki Hadjar, Pendidikan adalah pembudayaan buah budi manusia yang beradab dan buah perjuangan manusia terhadap dua kekuatan yang selalu mengelilingi hidup manusia yaitu kodrat alam dan zaman atau masyarakat (Dewantara II , 1994). Dalam hal ini, Ki Hadjar membedakan antara Pengajaran dan Pendidikan. Pendidikan adalah tuntutan bagi seluruh kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya. Ibarat bibit dan buah. Pendidik adalah petani yang akan merawat bibit dengan cara menyiangi gulma di sekitarnya, memberi air, memberi pupuk agar kelak berbuah lebih baik dan lebih banyak, namun petani tidak mungkin mengubah bibit mangga menjadi berbuah anggur. Itulah kodrat alam atau dasar yang harus diperhatikan dalam Pendidikan dan itu diluar kecakapan dan kehendak kaum pendidik. Sedang Pengajaran adalah Pendidikan dengan cara memberi ilmu atau pengetahuan agar bermanfaat bagi kehidupan lahir dan batin (Dewantara I, 2004).

 

Dalam mewujudkan budaya positif peran guru di kelas adalah membuat kesepakatan kelas bersama murid guna mencapai visi sekolah.  Dalam hal membuat kesepakatan kelas, guru senantiasa menegaskan budaya positif yang disepakati dan menjauhkan hukuman ataupun pemberian hadiah sebagai bujukan untuk pembiasaan budaya positif. Hasil kesepakatan kelas dapat ditempel di sudut ruangan agar dapat dilihat oleh seluruh murid. Jika budaya positif telah menjadi pembiasaan bagi seluruh warga sekolah, niscaya visi sekolah tercapai dan semua warga sekolah nyaman dan dipenuhi cinta kasih di sekolah.


B. Refleksi Pemahaman

1.  Sejauh mana pemahaman Anda tentang konsep-konsep inti yang telah Anda pelajari di modul ini, yaitu: disiplin positif, posisi kontrol guru, kebutuhan dasar manusia, keyakinan kelas, dan segitiga restitusi. Adakah hal-hal yang menarik untuk Anda dan di luar dugaan?


Dari apa yang telah saya pelajari disiplin positif yang membangun karakter positif merupakan salah satu budaya positif di sekolah. Untuk dapat mewujudkan disiplin positif, maka kita harus menyadari bahwa disiplin bukanlah semata-mata berkenaan dengan aturan dan sangsi, melainkan adalah disiplin diri yang berakar dari kesadaran dan keyakinan diri.

Untuk dapat memicu motivasi interinsik pada diri siswa, guru harus mampu mengubah paradigma dari teori stimulus respon menuju teori kontrol, dalam perannya menumbuhkan budaya positif. Ada lima posisi kontrol yang perlu dipahami yakni sebagai penghukum, pembuat orang merasa bersalah, menjadi teman, pemantau/monitor serta posisi manajer. Sebisa mungkin kita sebagai guru perlu menempatkan diri dalam posisi manajer dalam mengontrol prilaku disiplin positif. 

Dalam mengontrol disiplin diri siswa, kita perlu membuat kesepakatan bersama siswa tentang nilai-nilai kebijaksanaan yang perlu mereka yakini. Hal ini tertuang dalam keyakinan sekolah, sebagai pengganti aturan-aturan yang lebih bersifat stimulus-respon dalam bentuk sangsi atau konsekuensi. Keyakinan sekolah ini akan dapat memenuhi kebutuhan dasar anak sehingga dengan terpenuhinya 5 kebutuhan dasar tersebut maka anak akan memiliki motivasi interinsik untuk berprilaku positif. Kelima kebutuhan dasar tersebut diantaranya kebutuhan bertahan hidup, cinta dan kasih sayang, penguasaan, kebebasan dan kesenangan. Ketika ada satu pelanggaran disiplin, maka akan ada kebutuhan dasar anak yang belum terpenuhi. Maka dari itu, hal yang dapat dilakukan adalah dengan menawarkan restitusi kepada anak. Restitusi dapat menguatkan karakter anak dan tidak akan menimbulkan trauma kepadanya. Langkah restitusi yang harus diterapkan guru tertuang pada segitiga restitusi yaitu menstabilkan identitas, validasi tindakan yang salah serta menanyakan keyakinan.


2. Tuliskan pengalaman Anda dalam menggunakan konsep-konsep inti  tersebut dalam menciptakan budaya positif baik di lingkup kelas maupun sekolah Anda.


Setelah saya mengikuti PGP dan menyadari tentang pentingnya melibatkan siswa dalam penentuang pembelajaran sebagai wujud pembelajaran yang berpihak pada murid, saya mulai menerapkan membuat kesepakatan kelas tentang hal-hal positif yang harus mereka yakini perlu adanya ketika pelaksanaan pembelajaran. Hal-hal positif tersebut mereka tuliskan dan dibacakan serta selanjutnya dituliskan sebagai bentuk keyakinan akan budaya positif yang perlu mereka jaga selama pembelajaran. Dengan demikian, saya berharap motivasi untuk menerapkan disiplin positif berasal dari dalam diri mereka.

 

3. Sebelum mempelajari modul ini, pernahkah Anda menerapkan segitiga restitusi ketika menghadapi permasalahan murid Anda? Jika iya, ada di posisi manakah Anda? Anda boleh menceritakan situasinya dan posisi Anda saat itu.


Pada dasarnya penerapan segitiga restitusi sudah saya laksanakan ketika menghadapi permasalahan pada murid saya. Setiap permasalahan diselesaikan dengan memahami alasan dibalik tindakan murid. 


4.   Perubahan  apa yang terjadi pada cara berpikir Anda dalam menciptakan budaya positif di kelas maupun sekolah Anda setelah mempelajari modul ini?


Hal yang paling saya rasakan dalam pemikiran saya yakni pada pola pikir saya tentang penerapan disiplin diri. Dulu saya memandang bahwa aturan ketat dana sangsi atas pelanggaran aturan akan dapat menciptakan disiplin diri siswa. Namun, setelah belajar modul ini saya baru menyadari bahwa dalam menciptakan budaya positif khususnya yang berkenaan dengan disiplin diri diperlukan motivasi dari dalam diri bukan berupa aturan. Jadi yang selama ini saya yakini hanya sebuah ilusi bahwa siswa saya telah berdisiplin.


5.      Seberapa penting mempelajari topik modul ini bagi Anda sebagai seorang individu dan Anda sebagai seorang pemimpin pembelajaran?


Sangat penting untuk mempelajari modul ini. Sebagai individu dan pemimpin pembelajaran. Dengan mengetahui bagaimana teori dan pola penerapan disiplin positif yang menekankan pada motivasi interinsik bukan motivasi eksterinsik maka nantinya akan menciptakan siswa dengan karakter positif yang kuat serta siswa berbudi pekerti luhur dengan selalu berpijak pada nilai-nilai kebijaksanaan. Hal yang menurut saya sangat penting adalah dalam menerapkan restitusi, penting bagi kita mengetahui terlebih dahulu kebutuhan dasar anak yang belum terpenuhi sehingga restitusi yang dilakukan dapat menjawab kebutuhan tersebut.


6.  Apa yang Anda bisa lakukan untuk membuat dampak/perbedaan di lingkungan Anda setelah Anda mempelajari modul ini?


Saya akan menguatkan penerapan kesepakatan kelas dalam membentuk keyakinan kelas untuk menerapkan budaya positif di kelas. 


7.  Selain konsep-konsep tersebut, adakah hal-hal lain yang menurut Anda penting untuk dipelajari dalam proses menciptakan budaya positif baik di lingkungan kelas maupun sekolah?


Hal lain yang penting menurut saya untuk dipelajari dan digali adalah menggali budaya lokal yang selaras dengan konsep-konsep yang ada pada topik ini yang dapat saling menguatkan. Nilai-nilai budaya lokal tersebut dapat saya jadikan sebagai nilai kebajikan yang nantinya akan menjadi keyakinan kelas ataupun keyakinan sekolah.


8.  Langkah-langkah awal apa yang akan Anda lakukan jika kembali ke sekolah/kelas Anda setelah mengikuti sesi ini?


Langkah awal yang saya lakukan adalah menguatkan kembali apa yang selama ini saya lakukan berkenaan dengan keyakinan kelas dengan topik yang sudah saya pelajari selama ini. Saya akan merefleksi terkait dampak penerapannya dan nanti dapat saya bagikan pada komunitas praktisi sekoalh untuk nantinya dapat dijadikan rujukan bagi rekan guru.


C. Langkah Strategi Penerapan Budaya Positif Melalui Rancangan Tindakan Aksi Nyata


Latar Belakang

Budaya positif di sekolah merupakan nilai-nilai, keyakinan dan asumsi dasar yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan nilai-nilai yang dianut dan diyakini di sekolah. Budaya positif tersebut berisi kebiasaan-kebiasaan yang sudah disepakati bersama dan dijalankan dalam waktu yang lama dengan memperhatikan kodrat anak dalam hal ini kodrat alam dan kodrat zaman serta keberpihakan pada anak.


Tujuan 1. Menumbuhkan budaya positif di kelas. 2. Menumbuhkan rasa tanggung jawab 3. Menumbuhkan nilai-nilai profil pelajar pancasila pada diri peserta didik dalam kegiatan

pembelajaran. 4. Menumbuhkan budaya positif di kelas rekan guru yang lain.


Tolok Ukur 1. Peserta didik mampu menunjukkan budaya disiplin positif di kelas 2. Peserta didik mampu menunjukkan jiwa atau karakter tanggung jawab dengan apa

yang dilakukannya. 3. Peserat didik mampu menerapkan nilai-nilai profil pelajar pancasila secara sadar dan

berkesinambungan dalam proses belajar. 4. Rekan guru mampu menerapkan budaya positif di kelasnya masing-masing.


Linimasa tindakan yang akan dilakukan Adapun rincian dari tindakan aksi nyata yang dilakukan adalah:

Minggu I

Meminta izin dan dukungan kepada kepala sekolah terkait aksi nyata yang akan dilakukan

Minggu II Mensosialisasikan kepada rekan-rekan Guru dan peserta didik tentang kegiatan aksi nyata

Minggu III Membimbing peserta didik dalam penerapan aksi nyata

Minggu IV Melaksanakan aksi nyata ke peserta didik

Minggu V Melaksanakan aksi nyata ke rekan-rekan Guru

Minggu VI Membuat Laporan Aksi Nyata Dukungan Yang Dibutuhkan Dalam pelaksanaan aksi nyata yang dilakukan terkait implementasi budaya positif di lingkungan Sekolah dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak yaitu:

1. Kepala Sekolah 2. Rekan Guru 3. Peserta Didik 4. Sarana dan Prasarana sekolah

5. Biaya Pelaksanaan





Baca Selengkapnya »

Selasa, 18 Januari 2022

Naskah MC/ Pranatacara Pengantin Jawa (manten Jawa)

Berikut contoh naskah MC Pengantin Jawa  Red : Mulyono, S.Pd



Assalamualaikum Wr Wb

Kanthi linambaran sih rahmat tentrem rahayu, karana peperinging Gusti ingkang Murbeng Dumadi

Mugi tansah lumintu , lumintir ing jiwanggo panjenengan sedaya dalasan kulo, sumrabah keluarga waradin sagung dumadi widada niskala.. aamiin

Nuwun , ingkang satuhu dahat kinabekten para sesepuh pinisepuh myang pepunden sepuh, ingkang tansah hanggung mastuti dateng pepoyaning kautaman. Kinarya tepo palupining putra wayah inkang lebdho ing pamawas miwah pono ing pitutur.

Wonten ngarsanipun para alim ulama ingkang rinten kalawan ndalu tansah hangugemi reh kautamaning budi., sumanding kitab Suci wahyuning Illahi, kinarya panutan tumuju kiblating manembah ingkang satuhu luhur ing budi.

Wonten ngarsanipun manggalaning praja satriyaning nagari, bapa lurah, Bapa kades , bapa kadus dalah pamong prajanipun, ingkang tuhu pantes dinulat sinudarsono.

Datan katalompen ugi dumateng para kadhang mudha, madya tumaruna, ingkang satuhu tinangsulan tangkeping kekadhangan ingkang tansah cinaket ing manah.

Lan ugi wonten ngarsanipun sagung adi lenggah kakung saha putri ingkang satuhu pantes sinugotho ing pakurmatan.

Keparing nenggih ngengeti bilih panjenengan sedaya lan kula hamung minangka jejering titah sawantah jalma maungsa limrah, ingkang tansah kapurba kawasesa dening Allah ingkang Maha Agung.

Pramila keparenga langkung rumiyen sumangga panjenengan sedaya lan kula tansah handedepe sumende saperlu hangunjukaken pudja puji lan syukur wonten ing ngarsa dalem Allah ingkang hakarya jagad. Kacihna ingkang tansah mbabar kanugrahan ingkang maurahan paring kekiyatan tuwin kawilujengan lan ombering wekdal, satemah ing titi kala mangsa siang/dalu menika panjenengan lan kulo saget kempal manunggal nyawijikaken sedya ing papan meniko kanthi winantu ing suko tuwin basuki. Berkah kanikmataning gesang inggih karana sih palipirmaning dzat ingkang maha welas tuwin maha asih, nun inggih Allah SWT. Ingkang kinarya sumber ingkang hanyumberi sakabehing sumber, ingkang  menika mugi-mugi karaharjan katentreman tetepo langgeng kajiwo kasalira. Lumintu lumintrir ngarsa panjengean sedaya lan kulo menapadene waradin sagung dumadi.

Sholawat saha salam mugi tangsah lumeber wonten ing ngarsanipun Priyagung mustikaning Bawana Sekaring Jagad , nun inggih Nabi Agung Muhammad SAW. Ingkang tansah dipun antu-antu syafaatipun ing Yaumul Qiyamah. Aamiin

 

Saklajengipun tuhu linepatno ing deduko tinebehna ing salwiring sendu. Dene kula cumantoko lumarap atur satemah hangirangi kamardikan nggenya panjenengan saweg sekeca wawan pangandikan. Nenggih mundi dawuhipun ingkang hamengku gathi. Bp Purwanto dalah ibu Idah punapadene kulawarga. Kulo kinen handerekaken lampahing upacara panggihing pinanganten sarimbit.

Bapak ibu para tamu minulya, sakderengipun adicara kapurwakan, kepareng langkung rumiyen badhe kulo aturaken urut rerenconing adicara ing siang menika, ingkang sampun ginontho gontho dening kaluwarga dalah para kadang panawung krida dharma.

1. Titi laksana kaping sepisan – PAMBUKA

2. Wondene adicara ingkang urut kalih – lumarabing pinanganten sarimbit tumuju ing sasana panggih

3. adicara tiga adicara panggihing pinanganten sarimbit dumugi sungkeman

4. wondene kumandanging waosan ayat suci al Quran rinacik ing adicara nomer sekawan

5. Adicara urut gangsal upacara pasarah tinampi pinanganten kakung

6. Kirabing pinanganten sarimbit rinacik wonten ing adicara nomer urut nem

7. paringipun Sabdatama utawi tauziyah

8. Kalajengakan dunga utawi hastungkara

9. adicara ingkang pungkasan inggih punika panutup

Mekaten wau urut reroncenging adicara ing wekdal siang menika.

Bapak Ibu, para tamu minulya,Rehning sedaya sampun samekta tuwin satata, pramila keapreng adicara tumuli badhe kula purwakani. Pamiyaking warana kinarya sanara, Hamemayu hayuning sasama.

Adicara ingkang kaping sepisan, nenggih pambuka. Pramila sumanga adicara dipun wiwiti kanthi waosan basmallah sesarengan, Bismillahirrohmaanirrohiim. Mugi kanthi waosan Basmallah kalawau, Allah SWT paring songsong kawilujengan, satemah adicara ing siang meniko lulus raharjo kalis ing rubeda. Aamiin


Baca Selengkapnya »

Senin, 17 Januari 2022

SDN Rayung IV ikut Mensukseskan Program Vaksinasi Covid 19 Anak Usia Sekolah

(Red: Mulyono, S.Pd) 

Dalam rangka penanggulangan dan pencegahan Virus Covid-19 SDN Rayung IV Kecamatan Senori Kabupaten Tuban ikut meksukseskan vaksinasi siswa. Kegiatan tersebut dilakukan oleh tim Satgas Covid-19 yang ada di Desa Rayung dengan tim kesehatan dari Puskesmas Senori. 

Foto Pelaksanaan Vaksinasi Anak Usia Sekolah di SDN Rayung IV


Baca Selengkapnya »

Melatih Anak Berdisiplin dengan Jadwal Harian

Melatih Anak Berdisiplin dengan Menyusun Rangkaian Jadwal Kegiatan di Rumah

Oleh : Mulyono, S.Pd

Melatih kebiasaan disiplin anak sejak usia dini sangat penting. Mereka dibiasakan melakukan kegiatan dengan tepat waktu dan memanfaatkan waktu dengan baik. Kegiatan ini dapat dilakukan siswa dengan membuat jadwal kegiatan harian. Kegiatan harian selama 24 jam dimulai pada saat bangun tidur sampai saat akan tidur malam. 


KEGIATAN HARIAN

NAMA : ANDRA

KELAS : 5

1 04.15         Bangun Tidur

2 04.15-05.00 Sholat Subuh

3 05.00-06.00 Belajar Pagi dan menyiapkan buku pelajaran

4 06.00-06.30 Sarapan, mandi dan persiapan Kesekolah

5 06.30-07.00 Berangkat ke sekolah

6 07.00-12.00 Kegiatan belajar di sekolah

7 12.00-12.30 Pulang sekolah

8 12.30-13.00 Sholat Duhur (jika belum sholat di sekolah)

9 13.00-14.00 Makan, mengulang kembali pelajaran sekolah

10 14.00-15.00 Bermain

11 15.00-15.30 Sholat Ashar

12 15.30-17.00 Mengaji di TPQ

13 17.00-18.00 Makan, mandi dan Sholat Magrib

14 18.00-19.00 Mengaji di rumah

15 19.00-19.30 Sholat Isya

16 19.30-20.30 Belajar

17 20.30-21.00 Nonton TV

18 21.00         Tidur malam



...

Baca Selengkapnya »

Senin, 01 Februari 2021

Penggunaan Dana Pendidikan Untuk Kemajuan Sekolah

 


SDN Rayung IV berkomitmen menggunakan dana pendidikan dengan baik. Hal tersebut menjadikan SD kita sebagai salah satu sekolah yang ditunjuk Koordik Kec. Senori dalam pengawasan yang dilakukan oleh Inspektorat Kab. Tuban. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari kamis 28 Januari 2021.

Baca Selengkapnya »

Jumat, 18 September 2020

Delapan Tahun merawat Luka

 

Kuingat 8 tahun yang lalu

8 Tahun merawat Luka(12)

Tak ada yang tau perjalanan hidup seseorang, termasuk datangnya musibah akan ditimpakan kepada siapa saja yang Dia kehendaki, baik itu orang yang beriman atau orang yang tidak beriman, sebagian orang ada yang beranggapan bahwa musibah terjadi karena Alloh sdang memurkai dirinya.

Padahal justru terkadang Alloh sedang  menguji kita dengan musibah ini karena Alloh sedang menyiapkan kita tempat yang mulia disisiNya. Atau malah justru bermaksud menerima kita kembali sebagai hambanya, jika dengan musibah itu kita beristighfar, mendekatkan diri pada alloh, dan mengakui segala kebesara Alloh, 

Seperti yang telah disebutkan dalam surat At-taghobun ayat 11 yang srtinya :

Tidak ada suatu musibahpun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Alloh dan barangsiapa yang beriman kepada Alloh niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Alloh maha mengetahui segala sesuatu”.

Jika membaca dan merenungi arti yang terkandung dari ayat di atas maka seyogyanya kita sebagai orang yang beriman tidak boleh berputus asa bahkan berprasangka buruk terhadap kuasa Alloh karena semua telah terukir dan terukur sesuai dengan kemampuan yang ditimpakan hambanya.

Kecelakaan itu terjadi delapan tahun yang silam, tepatnya tahun 2012, yang kuingat untuk persiapan operasi di Rumah sakit maka semua organ tubuh harus di cek untuk memastikan kesehatannya, dari situlah aku mengetahui kalau suamiku mempunyai kadar gula di atas normal yaitu 260  namun begitu dokter tetap saja harus mengoperasinya karena luka parah yang dialaminya.

Pada waktu itu, aku kurang begitu paham tentang penyakit diabet, yang ku tau  seseorang kalau punya riwayat diabet, maka  luka yang dialaminya akan mengalami  sembuh yang  lama. Ketika mendengar dari petugas medis yang mengatakan bahwa pasien mempunyai  gula darah yang tinggi maka saya langsung menangkap dan berkata dalam hati

”wah, berarti nanti sembuhnya lama”, gumamku

Namun lagi-lagi anggapan itu kutepis karena semuanya butuh waktu, terjawab dengan ke yakinanku bahwa kuasa Alloh akan mengalahkan semua yang menjadi keraguan manusia. Aku  tersenyum menatap langit-langit kamar pasien, ya dia adalah suamiku, yang juga imamku,

Saat ini aku harus menjadi seorang makmum sekaligus imam, mengganti peran suamiku untuk sementara waktu karena suatu keadaan. Aku yakin Tuhan bersamaku, Dialah yang akan membingbingku mencari jalan dari kesulitan hidup, Akupun yakin dibalik semua yang terjadi ada hikmah yang kami belum mengetahuinya.

Nyaris kegiatanku sejak peritiwa itu kutinggalkan sementara waktu karena harus konsentrasi mengurus suami, keseharianku adalah seorang Guru Negeri di Sekolah Dasar,   sedangkan di sore hari aku juga mengajari anak-anak membaca dan belajar alqur’an di Taman Pendidikan Alquran,

Namun  karena saya type seoarang  aktivis maka untuk berdiam diri di rumah berlama-lama rasanya ada yang kurang, untuk itu setelah suami sudah mulai masuk kantor maka kegiatan rutinku mulai berjalan.

Untuk itu saya harus pandai-pandai membagi waktu antara tanggung jawabku  sbagai istri maupun rasa tanggungjawabku  dengan kegiatan rutinku. Selain itu masih banyak kegiatanku di organisasi social kemasyarakatan, disamping aktif di organisasi fatayat, Badan Komunikasi Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), juga aktif di PKK.

Demikian juga saya  aktif di pengajian Ibu-Ibu jamaah tahlil,  juga mengaji di malam hari untuk ibu-ibu yang masih perlu bimbingan dalam membaca alquran. Walaupun demikian semua kami jalani dengan membagi waktu utamaku yaitu merawat luka suamiku yang tak kunjung sembuh.

Awalnya merawat luka kulakukan sepulang mengaji di sore hari,  namun ahir-ahir ini kualihkan di pagi hari sebelum berangkat sekolah, karena suami merasa nyaman kalau luka  dibersihkan sebelum ke kantor rasanya semua menjadi bersih lebih enak karena kasa masih baru dan rapi.

Semua kulakukan dengan ringan tanpa  beban, karena telah menjadi kebiasaan maka tak a da kata terpaksa, yang ada “saya harus melakukan semua sebagai kewajiban sekaligus tanggung jawabku”, karena saya yakin sesuatu yang dikerjakan ihlas hati, dan menyerahkan semua peran kepada Alloh semata  maka  akan Alloh menjadikan jiwa  menjadi tenang.

Sebagaimana yang termaktub dalam al-qur’an surat Ar-Ra’ad ayat 28 yang artinya :

“yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Alloh, ingatlah hanya dengan mengingat Alloh, hati menjadi tenteram”. Wallahu A’lam

KHURRIYAH, 18092020

Salam Literasi

 

Baca Selengkapnya »